LAMPUNG, Kamis (11/6/2026) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Lampung yang bertepatan dengan Hari Kewirausahaan Nasional dan HUT ke-54 HIPMI. Dalam kesempatan tersebut, Maruarar mengapresiasi semangat para pengusaha muda Indonesia yang terus berkomitmen membangun perekonomian nasional.
Menurut Maruarar, HIPMI telah menjadi wadah yang melahirkan banyak pengusaha muda yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap tanah air dan semangat berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Saya senang melihat semangat para pengusaha muda Indonesia yang terus berkomitmen membangun ekonomi bangsa. HIPMI telah melahirkan banyak kader pengusaha yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap tanah air dan semangat untuk berkontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.
Dalam Munas tersebut, Maruarar juga menyoroti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya jiwa patriotik bagi setiap pengusaha Indonesia.
Menurutnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat harus dibangun di atas fondasi nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Selain itu, kader HIPMI juga diajak untuk terus menjaga semangat gotong royong, persatuan, dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Maruarar menilai peran pengusaha sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain menciptakan lapangan kerja, dunia usaha juga menjadi motor penggerak ekonomi yang dapat mempercepat kemajuan Indonesia.
“Saya sepakat bahwa pengusaha memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, dan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju,” katanya.
Di akhir keterangannya, Maruarar menyampaikan ucapan selamat bermusyawarah kepada seluruh keluarga besar HIPMI. Ia berharap siapapun yang terpilih dalam Munas XVIII HIPMI dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan organisasi dan bangsa.
“Siapapun yang terpilih nanti, yang terpenting adalah tetap bersatu, saling merangkul, dan terus bekerja untuk Indonesia,” pungkasnya.***
